Senin, 28 Juni 2010

1 Jam

seorang bapak kembali pulang telat dari tempatnya bekerja, merasa letih.
Mendadak sudut matanya melihat anaknya yang berumur 5 tahun berdiri di depan pintu kamarnya.
Takut-takut menatap sang ayah.
“Ayah, bolehkah aku menanyakan sesuatu?”, tanya anak, mengerjap-ngerjapkan matanya yang bulat bening.
“Ya, Tentu saja. Apakah yang akan kau tanyakan ?” jawab bapaknya.
“Ayah, berapa uang yang Ayah dapatkan dalam satu jam?”
“Itu bukan urusanmu! Apa yang membuatmu bertanya seperti itu ?”bapaknya berkata dengan nada tinggi.
Agak marah dia rupanya.
“Aku hanya ingin tahu. Berapakah yang ayah terima?” pinta sang anak.
“Jika kamu benar2 ingin tahu, ayah terima $ 20.00 per jam”.
“Oh, begitu,” angguk sang anak. Sambil mendongak, dia berkata, pelan.
“Ayah, bolehkah aku pinjam $10.00?” sang anak meminta dengan memelas.
“Jika alasan kamu ingin tahu jumlah uang yang ayah terima hanya untuk dapat pinjam dan membeli mainan yang tak berguna atau sesuatu yang tidak masuk akal, maka kamu sekarang masuk kamar dan tidur.
Apakah kamu tidak berpikir bahwa kamu egois? Ayah bekerja dengan susah payah setiap hari,
dan tidak punya waktu untuk mainan anak2,” sentak Sang Ayah.
Sang anak mengkerut.
Dia tak berkata sepatah katapun. Hanya menunduk dan perlahan berbalik.
Sang anak menurut masuk kamar dan menutup pintu.
Tapi diam-diam dia menahan agar air matanya tak mengalir jatuh.
Sang ayah duduk dan semakin marah karena pertanyaan anaknya.
Beraninya dia menanyakan pertanyaan hanya untuk mendapatkan uang.
Namun setelah lebih dari satu jam, sang ayah sudah tenang dan mulai berpikir bahwa dia agak keras terhadap anaknya.
Mungkin anaknya membutuhkan sesuatu yang dia ingin beli dengan uang $10.00 tersebut,
dan dia juga jarang meminta uang. Sang ayah pergi ke kamar anaknya dan pintunya dibuka.
“Sudah tidur, anakku?” dia bertanya. “Tidak ayah, saya masih terjaga,” jawab anaknya, ragu-ragu.
“Ayah berpikir, mungkin ayah terlalu keras terhadap kamu barusan”, kata sang ayah.
“Hari ini hari yang berat dan ayah melampiaskannya kepada kamu.
Ini $ 10.00 yang kamu pinta,” ucap Sang Ayah, berusaha tersenyum.
Sang anak bangun dan menyalakan lampu.
“Oh, terima kasih ayah!” sang anak berteriak kegirangan.
Kemudian, dia mengambil sesuatu dari bawah bantalnya dan ternyata isinya uang.
Sang ayah melihat anaknya sudah mempunyai uang, kembali emosinya naik.
Hendak marah. Sang anak menghitung dengan perlahan uangnya, kemudian menatap ayahnya.
“Kenapa kamu meminta lagi uang jika kamu sudah punya?” gerutu ayahnya
“Karena belum cukup, tapi sekarang aku sudah punya cukup uang”, balas sang anak.
“Ayah, saya punya $ 20.00 sekarang. Bolehkah aku beli satu jam dari waktumu?”

Masalah adalah Hadiah

Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah. Itu adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi.
Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di
malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Sesaat kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak kan menjadi seseorang yang sejati.

Minggu, 27 Juni 2010

Mengapa Aku Sayang Padamu Tasian Rahman Hakim

matamu memandang mataku,
jemarimu menyentuh jemariku,
kau tersenyum, aku tersipu;
awal kasih yang sederhana,
karena
Sayangmu tak lebih dari sepenggal pagi
yang selalu membangunkan

kau singkap kelambu hatiku,
kau tuang anggur dalam cawanku,
dua centi meter dari dasarnya,
'aku tak ingin kau mabuk', katamu

karena
Sayangmu tak lebih dari seberkas cahaya yang
menemani malam

tak ada rangkaian kata yang mempesona,
kata-kataku tenggelam dalam dekapmu,
kata-katamu karam dalam rengkuhanku,
detak hatimu gemuruh dadaku, meletup namun tak
menggores, beriak namun tak jadi gelombang,
berayun lembut,
mengatupkan mataku matamu dalam indah
yang tak menjulang

karena
Sayangmu tak lebih dari seteguk air yang
menghapus dahagaku

kau tak biarkan sedihku menjadi tangis,
kau tak biar tawaku jadi lupa,
kau tak pernah pasangkan pasung di kakiku agar
aku bisa berjalan, berlari,
kau tak pernah ikatkan rantai di tanganku,
agar aku bisa genggam dunia,
meraih harapan,
karena
Sayangmu selimut yang menentramkan

kau biarkan aku:
pergi dan datang dalam puisimu
memilih syair menulis kisah sendiri
karena
Sayangmu angin yang membimbing
kau bebaskan aku
jadi jiwa mandiri

karena itu
aku sayang padamu
sungguh...

Selasa, 28 Oktober 2008

mengHIlaNg

Kau temuiku aku saat ku terbaring lemah tak berdaya….
Dan aku hanya mampu mendengarmu tanpa mampu melihatmu…
Kau ucapkan kata – kata indah…
Yang seharusnya ku dengar sebelum aku menghilang…

Bukan salahmu jika aku harus pergi…
Akupun tak ingin seperti ini…
Hanya saja takdir telah lelah mengikutiku…
Untuk terus menunggumu…

Mengapa dahulu kau harus pergi…
Meninggalkanku sendiri disini…
Dan aku terus menunggumu…
Demi cintaku untukmu…

Sudahlah hapus airmatamu…
Kau tahu aku takkan pernah kembali…
Janganlah bersedih untukku…
Dengan tidur panjangku ini…
Mungkin aku dapat melupakanmu…

ketika Seseorang pergi meningalkanmu

Ketika ia akhirnya beranjak pergi dari hidupmu
Sesungguhnya ia tak pernah mengkhianatimu
Justru ia telah jujur teramat jujur kepadamu
Hanya saja hatimu tak menginginkan kejujuran itu
Kau mau yang palsu… asal sesuai dengan ego dan hasratmu

Ketika seseorang itu pergi meninggalkanmu
Lalu berjalan beriring dengan seseorang dari dekatmu
Itulah waktu terbaikmu menunjukkan besarnya ketulusanmu
Memang akan sakit dan mungkin meremukkan dinding kalbu
Bukankah setiap insan juga ingin mengejar bahagia, sadarkah kamu?

Kawan…relakanlah cinta ketika telah tiba saatnya ia pergi
Renungkanlah perjalanan indahmu bersamanya lalu temukanlah putih
Jauhkanlah rasa sakit hati sebab cinta tak untuk bermuara pada benci
Berhentilah sejenak untuk meminta, lekaslah mulai memberi
Kelak kau akan kembali bahagia, terlebih jika itu lah yang sejati

Percayalah…
Kuatkanlah…
Berdirilah…
Berjalanlah…

SetiaP OranG haRus

setiap orang memang harus memetik atas apa yang sudah dilakukannya
sebab akibat tak pernah mengenal apa itu khilaf
dan maaf tak pernah bisa menghapus sesuatu yang sudah berbekas
pikirkanlah hitam, maka aku adalah semua hitam yang melebihi hitam
lalu pikirkanlah putih, maka kau akan bilang tak ada putih itu di aku

mungkin memang sudah terlalu lama aku bisa membuatmu bangga
di saat terakhir ku hanya bergelimang kesalahan, membuatmu derita
hingga tanpa sadar aku mulai sepakat denganmu bahwa putih itu tak ada
hanya hitam yang setia dan mungkin hingga akhir usia tak seberapa

lepaskan sejenak pikiranmu, lupakan aku yang kini kau bentuk
lihat aku ! melewati batas hitam putih kelabu warnamu
sehitamnya kau tak mampu, ku tetap miliki perasaan di kalbu
Andai saja kau mau tahu…, itu tak berbatas egomu

tak BeraRTi

Memikirkanmu,
Tak berarti masih inginkanmu
Melupakanmu,
Tak berarti membencimu
Mencintaimu,
Tak berarti ingin memilikimu
Membencimu,
Tak berarti aku tak mencintaimu

Ada waktu,
Bagi masa lalu
Untuk dikenang,
Atau dilupakan…

Ada waktu,
Bagi cinta
Untuk diperjuangkan,
Atau dilepaskan…

Mengingatmu berarti menghargaimu
Melupakanmu berarti menyusun langkah baru
Mencintaimu berarti mencintaimu
Membencimu berarti masih memikirkanmu

Tapi telah ku katakan padamu, memikirkanmu tak berarti ku masih inginkanmu…
Aku menghargaimu sebagai bagian dari masa lalu
Hanya itu saja.

berikan AKu AlasaN

Aku mengerti saat kau mengatakan masih mencintainya, masih terkenang oleh segala kelebihannya, hingga mungkin di hati kecilmu terselip ingin untuk menantinya sebagai sebuah ruang waktu untuk kesempatan kedua.

Dari situ, aku pun akhirnya mengerti bahwa ternyata kini diriku sudah tak lagi memiliki arti selain seorang teman untuk berbagi. Kau memang tak pernah mengatakan lugas padaku adakah rasa denganku dulu masih tersimpan hingga kini, namun semua tutur singkatmu tentang seseorang yang berarti di hidupmu tak sedikitpun lagi mengisyaratkan sosok diriku disana. Meski dulu kau senantiasa mengucapkannya.

Ingin sekali aku meragukan harapanku, namun semua ucapan dan janjimu dulu tak sedikitpun kuragukan meski sekian tahun kenyataan seperti berbeda dari semua yang pernah kau ucapkan.

Sempat aku goyah untuk menanti satu kali lagi datangnya waktu agar bisa bersamamu. Namun ternyata aku selalu saja takut kau datang setelah aku berhenti menunggu. Sungguh, tak ingin kumengecewakanmu, sebab ku tak pernah lupa janjiku dulu.

Berikan aku alasan untuk meragukan semua ucapanmu dulu. Berikan aku satu jawaban pasti, sekalipun kita berdua tahu bahwa “Jodoh dan mati hanya IA yang tahu”.

Dont Say

Jangan pernah katakan cinta Jika kamu tidak pernah peduli,

Jangan bicara tentang perasaan Jika rasa itu tidak pernah ada,

Jangan pernah genggam jemari Jika berniat membuat patah hati,

Jangan pernah katakan selamanya Jika berniat untuk berpisah,

Jangan pernah menatap mataku Jika yang kamu ucapkan adalah kebohongan,

Jangan pernah ucapkan "Halo" Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal",

Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya" Jika kamu mengimpikan yang lainnya,

Jangan pernah mengunci hatiku Jika kamu tidak punya kuncinya. Untuk mendapatkan cinta yang sempurna.

kebenaran

Kebenaran memang bisa menyakitkan.

Kebenaran memang bisa memilukan.

Kebenaran memang bisa menyeramkan.

Namun, saat diungkapkan.

Kebenaran akan meringankan.

Kebenaran akan menyembuhkan.

Kebenaran akan membebasakan.

Itulah kebenaran.

Mudah dikatakan.

Sulit untuk ditelan.

Teriam Kasih

Terima kasih untuk semua manis yang pernah kita jalani bersama. Terima kasih untuk senantiasa jujur sejak mula kita menjalin cinta hingga akhirnya terasa menyesakkan dada. Tidak ada yang salah dengan kejujuranmu, tidak pula salah dengan cinta yang telah berlalu.

Tidak akan pernah ada dendam, atau sakit hati apapun namanya. Kekecewaan hanyalah urusan bagaimana kenyataan sekarang bisa mengajarkan pada impian bahwa jerih payah, dan kesetiaan pun masih belum cukup untuk mewujudkan semuanya menjadi nyata. Kini kau pergi, kini semuanya kembali menjadi sekedar mimpi.

Terimakasih.

cinta bukan sekedar

Cinta bukan sekedar bagaimana menjadi

pasangan yang sempurna bagi seseoranG...

Tapi bagaimana menemukan seseorang

yang dapat membantumu menjadi dirimu sendirI...

Dan karena itu kamu sempurnA.

Jangan pernah bilang I Love You

kalau kamu tidak peduli

Jangan pernah membicarkan perasaan

kalau tidak tulus terucap dari hati

Jangan pernah menyentuh hidup seseorang

kalau itu akan menghancurkan hatinya

Jangan pernah menatap matanya

kalau semua yang kamu lakukan hanya

kebohongan

Hal terkejam yang seseorang lakukan

kepada orang lain adalah membiarkannya

menyayangimu

Sementara kamu tidak pernah berniat untuk

mendapatkannyA.

Cinta akan lebih menyakitkan

apabila seseorang yang kamu sayangi

tidak tau apa yang sesungguhnya kamu rasakaN

Yang paling menyedihkan adalah

menemukan seseorang dan menyayanginya

tanpa mengetahui sesungguhnya dia untukmu

atau bukan hanya karena tak berani memastikan hati

Karena itu tidak akan menjadi sempurnA

Sabtu, 23 Agustus 2008

Kau harus mengambil resiko

Kamu harus mengambil resiko
Kita hanya dapat memahami keajaiban hidup sepenuhnya
Jika kita mengizinkan hal-hal tak terduga untuk terjadi
Setiap hari, Tuhan memberi kita matahari
Juga satu saat kita mampu mengubah segala sesuatu yang membuat kita tidak bahagia.
Setiap hari, kita berpura-pura belum mengalaminya. menganggap saat itu tidak ada, bahwa hari ini sama dengan kemarin dan tidak akan berbeda dengan hari esok

Namun jika setiap hari manusia sungguh-sungguh memperhatikan kehidupannya, mereka akan menemukan saat magis itu
Saat itu bisa saja muncul lerika kita melakukan sesuatu yang remeh. Tapi, saat itu ada, Saat ketika segenap kekuatan bintang menjadi bagian dari kita dan memungkinkan kita menciptakan mukjizat.

Kebahagiaan terkadang adalah berkat, namun lebih sering berupa penaklukan. Saat magis membantu kita berubah dan mengantar kita mencari mimpi-mimpi kita. benar, kita akan menderita, akan menghadapi masa-masa sulit dan kita akn mengalami banyak kekecewaan. Namun semua itu hanya sementara, tidak akan meninggalkan bekas yang kekal. Dan suatu hari kelak kita akan menoleh dan memandang perjalanan yang telah kita tempuh itu penuh dengan kebanggaan dan keyakinan.

Betapa malangnya orang yang takut mengambil resiko. Mungkin orang itu takkan pernah kecewa, mungkin ia takkan menderita layaknya orang yang mengejar impiannya.Namun, ketika orang ini menoleh dan ada satu titik dalam hidupnya, setiap manusia pasti akan menoleh ke belakang, ia akan mendengar hatinya berkata
"Apa yang kau lakukan dengan semua mukjizat yang Tuhan berikan dalam hidupmu? APa yang kau lakukan dengan semua karunia yang Tuhan limpahkan padamu? Kau mengubur dirimu didalam gua karena takut kehilangan karunia-karunia itu. Jadi, inilah yang kau warisi, bahwa kau telah menyia-yiakan hidupmu."

Betapa malangnya oang-orang yang harus menyadari hal ini. Karena ketika mereka akhirnya percaya pada mukjizat. saat-saat magis dalam hidunya telah berlalu.

Begitu misteriuskah

Begitu MIsteriuskah duniamu, hingga aku selalu
merasa asing di dekatmu???
padahal jarak dan waktu telah kusebrangi dengan balutan asa yang menerabas
ilalang di perbukitan, tak putus-putus
Setiap kata, senyum, tawa dan kecup sederhana selalu kuukir tulus di setiap lajunya
Seberapa lamakah kau bisa kudekap seutuhnya???
Biar keasingan itu sirna, tiada.
an kau bisa mencatat namaku dalam duniamu

Sesungguhnya

Sesungguhnya rasa itu ada
Dikala ia dan jemarinya
Menggapai lekuk jemariku
Meniup Nafas rindu yang menyegarkan hatiku
Menatapku dengan bahasa cinta
Mencari kunci hatiku dan
Mengelabui penjaga hatinya
memang..... Seorang bidadaripun luluh
uga dengan pujangga
Asmara itu diukirkan di kala HUjan Rintik
Menggelitik pikiran, Mengisahkan mimpi-mimpi menarik
Menaruh nada-nada rasa menyapu sepi
Berdua dneganmu
Seperti itulah kata hati ini
Jangan biarkan siasat ini diketahui orang
Karena kamu akan menjadi yang
terakhir dalam hatiku

Jumat, 22 Agustus 2008

........

Hal-hal yang pengen kita omongin, atau yang harus kita bilang justru nggak pernah terungkap.
Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenarnya.
Walhasial, sering dech kita miss communication dan buat orang yang kita cintai merasa bete, nggak disayang,nggak di hargai

Iya sech, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa, karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri.Kita ragu buat bilang "I LOve U" jadinya kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain: "Jaga diri baik-baik, Belajar yang bener, hati-hati di jalan,Jangan ngebut,Jangan lupa makan" Tapi, sebenarnya itu cuma pilihan dari perkataan "Saya sayang kamu,saya peduli sama kamu, kamu sangat berarti bagi saya, saya nggak mau kamu terluka"

So, nggak ada salahnya kita mencoba MENDENGARKAN CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain.
Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting.
Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda.
Setiap perhatian yang di berikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai raport atau kamarnya yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalau dia bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta dari sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara. Hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan airmata. Cinta tidak hanya ada dalam kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "Mendengarkan Cinta" adalah kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita tidak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalah pahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin dech, cinta-cinta yang ada disekitar kita
kalau kita bener-bener berusaha mendengarkan,kita bakal menemui bahwa kita sebenarnya memang dicintai.
Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah
Membuat kita tertawa
Membuat kita bernyanyi
Membuat kita sedih
Membuat kita mengangis
Membuat kita bertanya "Kenapa?"
Membuat kita menerima
Membuat kita memberi
dan yang paling penting,membuat kita hidup.

Bukanlah kehadiran atau ketidak hadiran yang penting.
Kita tidak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Sendri itu perlu.
dan itu jangan sampai membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu mengatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspreskan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk di tebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau di balas, itulah saat hidup menjadi penuh makna

the Wise

"Dalam hidup ini, ada seseorang yang hanya
memiliki satu orang saja yang sangat istimewa bagi dirinya
dan tidak ingin terpisahkan untuk selama-lamanya.
Namun jika salah satu dari mereka pergi,
akan lebih baik bagi yang ditinggalkan untuk tetap sendiri
daripada ia memaksakan mencari pengantinya."


Ketika aku kirimkan padamu seorang teman
Aku tidak memberikan seseorang yang sempurna karena engkau pun tidak sempurna
Aku mempertemukanmu dengan teman-teman yang sama denganmu
Sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.

Jika kamu memancing ikan, kerika ikan itu terikat di mata kail
hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu
Begitulah juga dalam kehidupan
Janganlah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang,
bila memang rasa itu tidak pernah ada
Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan m ungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi ia mengingat.....

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tapi cukupkan sebatas apa yang kamu perlu.
Karena bila sekali retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula
Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang

Begitu pula jika kamu memiliki seseorang terimalah apa adanya
Jangalah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa.Sehingga apabila sekali waktu melakukan kesalahan, maka kamu akan lebih mudah menerima ketidaksempurnaannya dan memaafkannya.

Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan.
dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.
Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang baik, putih dan sehat untuk dirimu, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba mencari makanan yang lain?

Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seseorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati
mengapa kamu harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain?
Ingatlah, jangan permah mengejar kesempurnaan, karena kelak kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kamu raih dan kamu akan menyesal.

Ya Tuhan, terima kasih atas bisikan indahmu
Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seorang teman, tolong ingatkan aku bahwa didunia ini tidak akan pernah ada sesuatu yang abadi
Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir.
Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar
karena aku bersama YANG TIDAK PERNAH BERAKHIR, yaitu Cinta-MU ya Tuhan



6 Pertanyaan (Kata Mutiara

Suatu hari seorang guru berkumpul dengan murid-muridnya......
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan

Pertama
"apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"
Murid-muridnya ada yang menjawab
"Orang tua, Guru, Teman dan kerabatnya"

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Kematian"
Sebab Kematian adalah PASTI adanya

Lalu sang Guru meneruskan pertanyaan kedua
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"
murid-muridnya ada yang menjawab
"Negara China,Bulan, Matahari,Bintang-bintang"

Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar
Tapi yang paling benar adalah "Masa Lalu"
Siapaun kita...bagaimana pun kita... dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu....
Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan ketiga
"Apa yang paling besar di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab
"Gunung, Bumi dan Matahari"

Semua jawaban itu benar kata sang Guru....

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "Nafsu"
Banuak manusia menjadi celaka karena mengikuti hawa nafsunya
Segala cara di halalkan demi mewujudkan impian nafsu
Karena itu kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini
jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka atau kesengsaraan dunia dan akherat

Pertanyaan keempat adalah
"Apa yang paling berat di dunia ini?
Diantara muridnya ada yang menjawab
"Baja,Besi dan Gajah"
Semua jawaban hampir benar kata sang Guru
Tetapi yang paling berat adalah "Memegang Amanah"

Pertanyaan kelima adalah
"Apa yang paling ringan di dunia ini?"
ada yang menjawab "Kapas,Angin,Debu,dan Daun-daun"
Semua benar

Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "Meninggalkan Ibadah."

Lalu pertanyaan keenam adalah
"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak "PEDANG...."
"(Hampir) Benar kata sang Guru
Tetapi yang paling tajam adalah "Lidah Manusia"
karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN
Senantiasa belajar dari MASA LALU
dan tidak mengikuti NAFSU???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita???

Kamis, 19 Juni 2008

aku kangen ama dia....
kangen pengen liat senyum dia...
kangen pengen liat dia yang buru2 dateng ke warnet atau kemana karena aku udah be te nungguin dia kelamaan.

aku sayang ama dia
pengen liat dia berhasil
pengen liat dia bahagia
biarpun suatu saat nanti aku udah kaga disamping dia lagi

aku juga pengen liat dia berubah
sadar dan bisa menghargai wanita
sehingga bisa menepis image buruk dan selentingan negatif ttg dia
bisa benar2 menemukan soulmatenya
membangun rumah tangga dan bahagia dengan tulang rusuknya

aku selalu dan selalu berdoa buat dia
apa saja yang dia lakukan dan perbuat selagi masih di jalan yang benar selalu berhasil

aku ama dia udah beda pulau dan kaga tau kapan bisa ketemu lagi
suatu saat nanti pasti kita akan ketemu lagi
entah aku yang ke sana atau dia yang kesini

kita masih sama2 berjuang untuk sebuah masa depan
dimana dia yang ingin membuktikan ke keluarganya bahwa dia mampu dan bisa berhasil dengan kekuatannya sendiri, terlebih kepada mamanya.
sama dengan aku yang menjalankan amanat alm. papa untuk membahagiakan keluargaku dan menjaga keluargaku

kami yang masih sama2 meniti dan berada di bawah
berusaha berjuang untuk naik ke atas
dengan menghadapi berbagai macam aral dan rintangan
dan jika TUHAN memang mengijinkan suatu saat nanti kami pasti dipertemukan kembali.
entah sebagai pasangan atau sahabat

rasa itu

rasa itu kembali lagi....
kadang ingin aku menutup diri ini dari yang namanya cinta....
karena cinta itu hanya bisa menyakiti saja

cinta kadang memberikan dirinya dengan penuh kepalsuan
disaat kita sudah terlena dengan cinta, maka dia akan pergi meninggalkan kita.
cinta dengan tega meninggalkan kita yang masih tergantung dengan kehadirannya.
hal itu kadang membuatku jatuh dan jatuh lagi
kekecewaan demi kekecewaan aku dapatkan
sehingga membuat hati ini bertanya2
benarkah yang orang2 bilang bahwa cinta itu indah, bahwa cinta itu penuh dengan kasih sayang,dll
karena semua yang aku dapatkan hanya kepalsuan belaka